Senin, 08 Juni 2015

UJI ANOVA

UJI ANOVA
Uji ini digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya perbedaan rata-rata untuk lebih dari dua kelompok sampel yang tidak berhubungan. Jika ada perbedaan, rata-rata manakah yang lebih tinggi. Data yang digunakan biasanya berskala interval atau rasio.  
Contoh kasus:
Menggunakan contoh kasus pada uji independent sample t testditambah satu kelompok data yaitu kelas C. Seorang mahasiswa dalam penelitiannya ingin mengetahui apakah ada perbedaan nilai ujian antara kelas A, kelas B, dan kelas C pada fakultas Psikologi suatu universitas. Penelitian dengan menggunakan sampel sebanyak 20 responden yang diambil dari kelas A, kelas B. Dalam uji ini jumlah kelompok responden yang diambil tidak harus sama, misalnya kelas A sebanyak 7 orang, kelas B sebanyak 7 orang, dan kelas C sebanyak 6. Data-data yang didapat sebagai berikut:

                     Tabel 39. Tabulasi Data (Data Fikti)
No
Nilai Ujian
Kelas
1
32
Kelas A
2
35
Kelas A
3
41
Kelas A
4
39
Kelas A
5
45
Kelas A
6
43
Kelas A
7
42
Kelas A
8
35
Kelas B
9
36
Kelas B
10
30
Kelas B
11
28
Kelas B
12
26
Kelas B
13
27
Kelas B
14
32
Kelas B
15
38
Kelas C
16
45
Kelas C
17
42
Kelas C
18
42
Kelas C
19
40
Kelas C
20
38
Kelas C

Langkah-langkah uji dengan program SPSS
  •  Masuk program SPSS
  • Klik variable view pada SPSS data editor
  • Pada kolom Name ketik nilaiujn, dan kolom Name pada baris kedua ketik kelas.
  •  Pada kolom Decimals, ubah nilai menjadi 0 untuk semua variabel.
  •  Pada kolom Label, untuk kolom pada baris pertama ketik Nilai Ujian, untuk kolom pada baris kedua ketik Kelas.
  • Pada kolom Values, untuk kolom pada baris pertama biarkan kosong (None). Untuk kolom pada baris kedua klik pada kotak kecil, pada value ketik 1, pada Value Label ketik kelas A, lalu klik Add. Langkah selanjutnya pada Value ketik 2, pada Value Label ketik kelas B, lalu klik Add. Selanjutnya pada Value ketik 3, pada Value Label ketik kelas C, lalu klik Add. Kemudian klik OK. 
  •  Untuk kolom-kolom lainnya boleh dihiraukan (isian default)
  • Buka data view pada SPSS data editor, maka didapat kolom variabel nilaiujn dan kelas.
  • Ketikkan data sesuai dengan variabelnya (pada variabel kelas ketik dengan angka 1, 2 dan 3 (1 menunjukkan kelas A, 2 menunjukkan kelas B, dan 3 menunjukkan kelas C)
  •  Klik Analyze - Compare Means - One Way ANOVA
  • Klik variabel Nilai Ujian dan masukkan ke kotak Dependent List, kemudian klik variabel Kelas dan masukkan ke kotak Factor, kemudian klik Options, klik Descriptive dan Homogeneity of variance, lalu klik Continue.
  •  Klik OK, maka hasil output yang didapat adalah sebagai berikut:

                                   Tabel. Hasil Uji One Way ANOVA




Keterangan: Tabel Descriptives di atas telah dirubah kedalam bentuk baris (double klik pada output Descriptives, kemudian pada menu bar klik pivot, kemudian klik Transpose Rows and Columns)
Sebelum dilakukan uji ANOVA maka dilakukan uji kesamaan varian (homogenitas) dengan Levene Test, uji ini digunakan untuk mengetahui apakah varian ketiga kelompok kelas sama. Data yang memenuhi syarat adalah jika varian sama atau subjek berasal dari kelompok yang homogen. 

Langkah-langkah uji homogenitas sebagai berikut:
1.   Menentukan Hipotesis
Ho :  Ketiga varian adalah sama (varian kelompok kelas A, B dan C sama)
Ha : Ketiga varian adalah berbeda (varian kelompok kelas A, B dan C sama)
2.   Kriteria Pengujian (berdasar probabilitas / signifikansi)
Ho diterima jika P value > 0,05
            Ho ditolak jika P value < 0,05
3.   Membandingkan probabilitas
Nilai P value (0,395 > 0,05) maka Ho diterima. (lihat output pada test of homogeneity of variance)
4.  Kesimpulan
Oleh karena nilai probabilitas (signifikansi) adalah 0,395 lebih besar dari 0,05 maka Ho diterima, jadi dapat disimpulkan bahwa ketiga varian sama (varian kelompok kelas A, B dan C sama).  Angka Levene Statistic menunjukkan semakin kecil nilainya maka semakin besar homogenitasnya. df1 = jumlah kelompok data-1 atau 3-1 = 2, sedangkan df2 = jumlah data – jumlah kelompok data atau 20-3 = 17.

Langkah-langkah uji ANOVA sebagai berikut:
1.   Menentukan Hipotesis
Ho :    Tidak ada perbedaan antara rata-rata nilai ujian kelas A, kelas B dan kelas C
Ha :    Ada perbedaan antara rata-rata nilai ujian kelas A, kelas B dan kelas C
2.   Menentukan tingkat signifikansi
            Pengujian menggunakan uji dua sisi dengan tingkat signifikansi a = 5%.
Tingkat signifikansi dalam hal ini berarti kita mengambil risiko salah dalam mengambil keputusan untuk menolak hipotesis yang benar sebanyak-banyaknya 5% (signifikansi 5% atau 0,05 adalah ukuran standar yang sering digunakan dalam penelitian)
3.   Menentukan F hitung
Dari tabel di atas didapat nilai F hitung adalah 14,029
4.      Menentukan F tabel
Dengan menggunakan tingkat keyakinan 95%, a = 5%, df 1 (jumlah variabel–1)  = 2, dan df 2 (n-3) atau 20-3  = 17, hasil diperoleh untuk F tabel sebesar 3,592 (Lihat pada lampiran) atau dapat dicari di Ms Excel dengan cara pada cell kosong ketik =finv(0.05,2,17) lalu enter.
5.      Kriteria pengujian
- Ho diterima bila F hitung £ F tabel
- Ho ditolak bila F hitung > F tabel
6.  Membandingkan F hitung dengan F tabel.
            Nilai F hitung > F tabel (14,029 > 3,592), maka Ho ditolak.
 7.  Kesimpulan
Karena F hitung > F tabel (14,029 > 3,592), maka Ho ditolak, jadi dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan antara rata-rata nilai ujian kelas A, kelas B dan kelas C. Pada tabel Descriptives terlihat rata-rata (mean) untuk kelas A adalah 39,57, untuk kelas B adalah 30,57 dan kelas C adalah 40,83, artinya bahwa rata-rata nilai ujian kelas C paling tinggi, kemudian kelas A dan kelas B.

PAIRED T TEST

PAIRED T TEST

Paired T Test dilakukan terhadap dua sample yang berpasangan (paired) sample yang berpasangan diartikan sebagai sebuah sample dengan subjek yang sama namun mengalami dua perlakuan atau pengukuran yang berbeda.

Syarat Uji T Paired adalah perbedaan dua kelompok data berdistribusi normal. Maka harus dilakukan terlebih dahulu dengan uji normalitas pada perbedaan kedua kelompok tersebut.


Kita Mulai Saja:
Cara melakukan uji T Paired di SPSS (Uji Beda Berpasangan Kuantitatif).


T Paired


Buat Variabel seperti di atas!





Pindah ke Data View
Isi dengan Data (contoh: Berat Badan Sebelum dan Sesudah Minum Suplemen)






Klik pada menu, Analyze, Compare Means, Paired Sample T Test




Tampil jendela:






Masukkan ke dua variabe:
Klik Options; tentukan tingkat kepercayaan (Contoh: 95 % / Alfa 0,05)


Klik Continue:
Klik OK



Akan Muncul Jendela Output



Baca Output:

Correlation: Nilai Korelasi antara 2 variabel tersebut: Hasil 0,991 artinya hubungan kuat dan positif.
Sig.: tingkat signifikansi hubungan: Hasil 0,000 artinya signifikan pada level 0,01.
Df: degree of freedom (derajat kebebasan) : Untuk uji T Paired selalu N- 1. Di mana N adalah jumlah sampel.
T = nilai t hitung: hasil 1,000: Harus dibandingkan dengan t tabel pada DF 19. Apabila  t hitung > t tabel: signifikan.
Sig. (2-tailed): Nilai probabilitas/p value uji T Paired: Hasil = 0,330. Artinya: Tidak ada perbedaan antara sebelum dan sesudah perlakuan. Sebab: Nilai p value > 0,05 (95 % kepercayaan).
Mean: 0,250. Bernilai Positif: Artinya terjadi kecenderungan penurunan berat badan sesudah perlakuan. Rata-rata penurunannya adalah 0,250.

PENGGUNAAN SPSS UNTUK REGRESI LINEAR SEDERHANA

PENGGUNAAN SPSS UNTUK REGRESI LINEAR SEDERHANA
Analisis regresi digunakan untuk memprediksi pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat. Analisis regresi juga dapat dilakukan untuk mengetahui kelinieritas variabel terikat dengan varibel bebasnya, selain itu juga dapat menunjukkan ada atau tidaknya data yang outlier atau data yang ekstrim.
Analisis regresi linear sederhana terdiri dari satu variabel dependen dan satu variabel independen.
Misalnya dalam suatu kegiatan penelitian ingin mengetahui apakah variabel X (nilai bahasa arab) berpengaruh terhadap variabel Y (nilai tafsir). Data penelitian adalah sebagai berikut :
NILAI BAHASA ARAB DAN NILAI TAFSIR SISWA SMPN W KELAS 2.
NO
NAMA
NILAI BHS ARAB
NILAI TAFSIR
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10
11.
12.
13.
14.
15
A
B
C
D
E
F
G
H
I
J
K
L
M
N
O
80
65
75
85
60
65
60
75
70
55
80
50
65
85
60
80
70
70
80
65
60
60
70
70
55
85
55
70
80
65

Proses analisis regresi dengan program SPSS (SPSS 11,5) adalah sebagai berikut :

  1. Entri dataMengentri data di atas ke dalam program SPSS (SPSS 11,5), caranya dengan memasukkan data ke dalam program SPSS 11,5. Setelah entri data selesai, tampilannya adalah sebagai berikut :
  2. Analisis regresi dengan program SPSS (SPSS 11,5)
    Analisis dimulai dengan melakukan pengaturan analisis. Klik Analyze kemudian klik Regression, lalu klik Linear. Seperti tampilan di bawah ini

    Setelah itu, akan keluar tampilan berikut :

    Selanjutnya lakukan pengaturan analisis, yakni :
    isilah kotak menu Dependen dengan variabel terikat, yaitu variabel tafsir dan kotak menu independen dengan variabel bebas, yaitu variabel bahasa arab. Sehingga muncul tampilan berikut :


    Selanjutnya klik kotak menu Statistics. pada kotak menu Regression Coefficientspilih (klik) kotak estimasi dan confidence intervals. Pada kotak menu yang lain klik Descriptives dan model fit. Sehingga muncul tampilan berikut :

Kemudian klik Continue.

Kotak menu Plots, berfungsi untuk menampilkan grafik pada analisis regresi. Misalnya pada analisis ini kita ingin menampilkan grafik, maka klik kotak menu Plots,. Kemudian blok DEPENDEN pada kotak menu sebelah kiri, masukkan ke kotak menu sebelah huruf Y dengan cara meng-klik tanda panahnya. Dengan cara yang sama blok ZRESID pada kotak menu sebelah kiri, masukkan ke kotak menu sebelah huruf X. kemudian klik Histogram danNormal probanility plot yang terletak pada kotak menu Standardized Residual plots. Selanjutnya klik Continue. Tampilannya adalah sebagai berikut :

Klik kotak menu Options
  • Use probability of F menunjukkan nilai probabilitas,sebuah variabel dapat masuk atau tidak dalm persamaan. Nilai entryadalah 0,05 artinya jika nilai probabilitas suatu variabel kurang dari 0,05 maka variabel tersebut akan masuk dalam persamaan. Nilai removal 0,10 artinya jika nilai probabilitas variabel lebih dari 0,10 maka variabel tersebut akan dikeluarkan dari persamaan.
  • Klik inclide constant in equation, yakni untuk menampilkan konstanta persamaan garis regresi. tampilannya adalah sebagai berikut:


Selanjutnya klik Continue. Untuk melakukan analisis kliklah OK. Beberapa saat kemudian akan keluar outputnya, sebagai berikut :













Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual

Scatterplot


Berdasarkan tabel Coefficients, diketahui bahwa besarnya nilai t test = 6,530 sedangkan besarnya signifikansi = 0,000 lebih kecil dari 0,05. Dengan demikian H0 ditolak yang berarti ada pengaruh variabel bahasa arab terhadap nilai tafsir. Dan dari tabel Coefficients di atas, kolom B pada Constant (a) adalah 16,234 sedangkan nilai bahasa arab (b) adalah 0,776. Sehingga persamaan regresinya adalah :
Y = a + bX
Y = 16,234 + 0,776X.
Untuk intepretasi selanjutnya dapat dilihat/dikaji dari output di atas.